PAMEKASAN — Kabupaten Pamekasan berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan perencanaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) terbaik pertama se-Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dalam acara yang berlangsung di salah satu hotel di Surabaya, 18 Juni 2026.
Pamekasan menempati posisi pertama, mengungguli Kota Surabaya yang berada di peringkat kedua dan Kabupaten Bojonegoro di posisi ketiga.
Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifudin, mengatakan penghargaan tersebut diberikan karena pihaknya dinilai mampu menyusun perencanaan kebutuhan SDMK secara profesional dan akuntabel.
“Nah Pamekasan itu perencanaan kebutuhan tentang SDMK terbaik dibanding 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, nomor 2 Surabaya, dan nomor 3 Bojonegoro,” kata Saifudin melalui sambungan telepon, Kamis (19/6/2026) malam.
Kebutuhan SDMK mencakup sejumlah fasilitas dan layanan kesehatan di Kabupaten Pamekasan.
Di antaranya kebutuhan tenaga kesehatan untuk puskesmas, rumah sakit pemerintah, hingga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja paruh waktu.
Menurut dia, perencanaan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Jadi kebutuhan SDMK kita itu kan harus akuntabel berdasarkan perencanaan yang matang, terkait pelayanan yang disediakan oleh puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. Itu perencanaannya kan ada di Dinkes. Kita dianggap perencanaan kebutuhan kita benar, rapi,” ujarnya.
Dinkes Pamekasan memastikan akan mempertahankan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan secara tepat dan sesuai kondisi pelayanan di lapangan.
Saifudin menilai ketepatan perencanaan menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan ketersediaan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan publik.
“Memang harus benar (perencanaannya, red). Kalau salah kan nanti bisa kurang tenaga kesehatan kita,” pungkasnya.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas perencanaan kebutuhan SDMK yang dilakukan Pamekasan di tengah kebutuhan tenaga kesehatan yang terus berkembang.
Dengan menempati peringkat pertama dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Dinkes Pamekasan diharapkan dapat terus menjaga kualitas perencanaan agar ketersediaan tenaga kesehatan tetap sejalan dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.


